KISAH
DUNIA KU
Takdir
, aku bingung dengan itu?
Kenapa takdir aku harus
bertemu dengan dia, membagi cinta dengan dia, pada awal nya memang indah,
tetapi semuanya berakhir dengan
penghianatan dan kesedihan, aku tau kalau ini mungkin scenario Tuhan. Gelap
terasa , suram lah dunia ku, ketika tau semua tentang dia, berpikir untuk
positif menghadapi semua itu, tapi terkaman negative thingking semakin kuat
untuk mencengkeram pikiran aku. Hanya satu pilihan, aku harus meninggalkan dia,
meskipun berat, tapi aku harus kuat
menerima semua itu, mungkin itu merupakan jawaban Tuhan untuk ku. Ku coba menitih langkah
demi langkah untuk membuka lembaran baru
yang penuh harapan , menemukan setitik cahaya kasih sayang, merasakan kedamaian
hidup, ketentaraman jiwa, meninggalkan semua penderitaan hidup ku.
Tetapi kenapa semua
orang terasa menindasku, memperlakukan aku dengan serendah mungkin, melihat aku
sebelah mata, itu lah yang aku rasakan, terasa penat merasakan semua itu,
inilah anggapan aku pada mereka, bahkan teman dekat, yang sudah aku anggap
keluarga ku sendiri , tega melakukan itu,
aku tidak tau apakah itu balasan Tuhan untuk aku apa hanya ujian
kesabaran ku. Tuhan aku harus bagaimana,,, harus kah aku mengikuti semua ini layak nya aliran arus di sungai, apa aku harus
melawan arus itu? Aku mencoba untuk bersabar
menghadapi semua penderitaan ku, berpasrah kepada-Mu. Aku percaya bahwa suatu
saat akan datang kebahagiaan untuk ku, meskipun kebahagiaan itu tidak datang di
dunia aku, tapi aku yakin di akhirat
kelak akan datang suatu kebahagiaan yang lebih indah dari pada kebahagiaan
dunia ku. Tuhan ,,,, semoga Engkau mendengar semua do’a ku…….
Inilah secercah kisah
dunia percintaan aku dan persahabatan ku,, meskipun pahit dan sangat getir,
tapi semua itu harus aku lewati, demi masa depan aku dan cita-cita ku. aku
memiliki prinsip hidup bahwa dunia ini tidak selamanya memberikan penderitaan
bagi kita, tapi yakinlah suatu saat akan
datang sebuah kebahagiaan yang sangat indah. Entah kenapa hari ini aku
merasakan suatu kebahagiaan yang mana, kebahagiaan itu, sungguh sulit aku
hilangkan, kebahagiaan itu mungkin akan aku buat sebagai memory hidup aku yang
terindah. Aku tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada –Mu, memang benar
Engkau maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Engkau yang memiliki segala Keagungan baik itu di langit
ataupun di bumi,
Ternyata setiap apa yang kita
minta Dari-Nya akan terkabul,, walaupun tidak sekarang, tetapi suatu saat nanti
pasti terkabul,, . ku renungi setiap hembusan nafas yang aku keluarkan,
Subhanallah sungguh indah nikmat- Mu. Aku berharap semua itu tidak berubah, aku
berharap semua itu akan tetap dan abadi dalam kehidupan aku. Memang segala sesuatu itu semua
butuh proses, tinggal kita bisa apa tidak dalam melawati proses tersebut,
proses untuk survive itu kadang banyak banget tekanan,, tapi yakinlah bahwa
semua yang kita lakukan tidak ada yang sia”, semua pasti bermanfaat, pasti ada hikmah dibalik semua itu.
Tuhan maha melihat, dia selalu
melihat tindakan usaha kita, semakin keras usaha kita, maka hasil yang kemudian
hari kita panen akan semakin memuaskan juga. Tidak ada kata TIDAK BISA, kita
harus berfikir positif untuk kedepan. Menata hidup kita menjadi sukses, dan bermanfaat
bagi orang lain, karena sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi
orang lain. Mungkin aku tidak bisa memberikan
sesuatu yang sempurna yang kamu harapkan, bagi kamu aku hanya orang yang bisa
mengharap tanpa ada suatu imbalan. Segala bentuk kesakitan yang kamu berikan ke
aku selalu aku terima, mungkin perasaan ini yang menjadikan
kesakitan terus-menerus dalam hidupku, kerinduan yang menggebu, kekhawatiran
akan kehilangannya selalu menghantam diriku secara bertubi-tubi. Kepercayaan
itu terasa lenyap bagaikan kecerahan langit yang tertutupi oleh awan hitam.
Tuhan…aku tak sanggup menghadapi semua ini, beri aku kekuatan untuk keluar dari
perasaan yang selalu menyiksaku, jika perasaan ini tetap ada dalam hati ku,
semua akan menguasai pola fikir yang negative tentang nya.
Tuhan,, perasaan ini memang tidak
bisa dipungkiri, aku cinta dia, tulus sebening embun di pagi hari, tetapi tidak
selayaknya fikiran negative itu selalu membabi buta di otak ku, biarkan semua
fikiran negative itu hilang, dan jadikan perasaan ini mengalir layaknya aliran
sungai yang memiliki arus untuk menuju samudera itu. Kerinduan itu selalu
datang setiap waktu dan hampir membuatku lemas tidak punya daya dan upaya.
Kerinduan itu terasa membunuh ku perlahan-lahan, apakah kerinduan itu merupakan
respon negative apa mungkin sebaliknya? Aku juga berharap dia bisa merasakan
setiap nada kerinduan ku, aku harap dia merasakan tulus cinta dalam hati ku. Jiwa ku terasa rapuh, raga ku tak
kuat menopang kerinduan ini, saat aku mulai bernostalgia tentang masa lalu aku
dengan dia, masa lalu itu, tidak pernah hilang dalam otak ku, mencengkeram kuat
dalam fikiranku, sulit rasanya untuk melupakan, apakah itu yang membuat
kekhawatiran ku ke dia, sehingga kepercayaan ku ke dia luluh, layaknya kayu
yang terbakar, Cuma menyisakan abu kepahitan yang mendalam.
Tuhan… jika saja aku di beri
kesempatan untuk memutar waktu, ingin sekali aku menjauh dari kata cinta, aku
ingin hidup sederhana dan tidak ingin mengenal cinta dengan cepat. Otak ku
terasa melepuh, kepalaku rasanya ingin pecah, karena perasaan dan kerinduan itu,
sulit bagi ku untuk menepis dua hal itu.
Tuhan… tapi aku percaya dengan keajaiban-Mu,
Engkau juga tidak pernah tidur, kau selalu mengetahui apa yang terjadi di bumi
dan di langit, karena Engkau tidak akan memberikan cobaan di luar batas
kemampuan hamba-Mu. Aku mengibaratkan hidup ini layaknya aliran sungai yang ada
arus dan akan berakhir di Samudera. Bagi ku perasaan aku yang sekarang layaknya
aku masih berada pada zona arus yang deras, banyak masalah yang datang
bertubi-tubi dan menghantam pikiran ku dengan sekuat-kuatnya, kadang sempat
terjatuh tersandung batuan saat aku berusaha keluar dari arus itu, tuhan..
tetapi aku percaya akan datang dimana aku di Samudera yang penuh ketenangan,
kebebasan untuk bergerak dan yang utama yaitu sumber kebahagiaan dalam hidup
ku.