Minggu, 22 September 2013

KISAH DUNIA KU


Takdir , aku bingung dengan itu?
Kenapa takdir aku harus bertemu dengan dia, membagi cinta dengan dia, pada awal nya memang indah, tetapi semuanya berakhir dengan  penghianatan dan kesedihan, aku tau kalau ini mungkin scenario Tuhan. Gelap terasa , suram lah dunia ku, ketika tau semua tentang dia, berpikir untuk positif menghadapi semua itu, tapi terkaman negative thingking semakin kuat untuk mencengkeram pikiran aku. Hanya satu pilihan, aku harus meninggalkan dia, meskipun  berat, tapi aku harus kuat menerima semua itu, mungkin itu merupakan jawaban Tuhan untuk ku. Ku coba menitih langkah demi  langkah untuk membuka lembaran baru yang penuh harapan , menemukan setitik cahaya kasih sayang, merasakan kedamaian hidup, ketentaraman jiwa, meninggalkan semua penderitaan hidup ku.
Tetapi kenapa semua orang terasa menindasku, memperlakukan aku dengan serendah mungkin, melihat aku sebelah mata, itu lah yang aku rasakan, terasa penat merasakan semua itu, inilah anggapan aku pada mereka, bahkan teman dekat, yang sudah aku anggap keluarga ku sendiri , tega melakukan itu,  aku tidak tau apakah itu balasan Tuhan untuk aku apa hanya ujian kesabaran ku. Tuhan aku harus bagaimana,,, harus kah aku mengikuti semua ini  layak nya aliran arus di sungai, apa aku harus melawan arus itu? Aku mencoba untuk bersabar  menghadapi semua penderitaan ku, berpasrah kepada-Mu. Aku percaya bahwa suatu saat akan datang kebahagiaan untuk ku, meskipun kebahagiaan itu tidak datang di dunia aku, tapi aku yakin  di akhirat kelak akan datang suatu kebahagiaan yang lebih indah dari pada kebahagiaan dunia ku. Tuhan ,,,, semoga Engkau mendengar semua do’a ku…….
Inilah secercah kisah dunia percintaan aku dan persahabatan ku,, meskipun pahit dan sangat getir, tapi semua itu harus aku lewati, demi masa depan aku dan cita-cita ku. aku memiliki prinsip hidup bahwa dunia ini tidak selamanya memberikan penderitaan bagi kita, tapi yakinlah  suatu saat akan datang sebuah kebahagiaan yang sangat indah. Entah kenapa hari ini aku merasakan suatu kebahagiaan yang mana, kebahagiaan itu, sungguh sulit aku hilangkan, kebahagiaan itu mungkin akan aku buat sebagai memory hidup aku yang terindah. Aku tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada –Mu, memang benar Engkau maha Pengasih lagi Maha  Penyayang, Engkau yang memiliki segala Keagungan baik itu di langit ataupun di bumi,
Ternyata setiap apa yang kita minta Dari-Nya akan terkabul,, walaupun tidak sekarang, tetapi suatu saat nanti pasti terkabul,, . ku renungi setiap hembusan nafas yang aku keluarkan, Subhanallah sungguh indah nikmat- Mu. Aku berharap semua itu tidak berubah, aku berharap semua itu akan tetap dan abadi dalam kehidupan aku. Memang segala sesuatu itu semua butuh proses, tinggal kita bisa apa tidak dalam melawati proses tersebut, proses untuk survive itu kadang banyak banget tekanan,, tapi yakinlah bahwa semua yang kita lakukan tidak ada yang sia”, semua pasti bermanfaat,  pasti ada hikmah dibalik semua itu.
Tuhan maha melihat, dia selalu melihat tindakan usaha kita, semakin keras usaha kita, maka hasil yang kemudian hari kita panen akan semakin memuaskan juga. Tidak ada kata TIDAK BISA, kita harus berfikir positif untuk kedepan. Menata hidup kita menjadi sukses, dan bermanfaat bagi orang lain, karena sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Mungkin aku tidak bisa memberikan sesuatu yang sempurna yang kamu harapkan, bagi kamu aku hanya orang yang bisa mengharap tanpa ada suatu imbalan. Segala bentuk kesakitan yang kamu berikan ke aku selalu aku terima, mungkin perasaan ini yang menjadikan kesakitan terus-menerus dalam hidupku, kerinduan yang menggebu, kekhawatiran akan kehilangannya selalu menghantam diriku secara bertubi-tubi. Kepercayaan itu terasa lenyap bagaikan kecerahan langit yang tertutupi oleh awan hitam. Tuhan…aku tak sanggup menghadapi semua ini, beri aku kekuatan untuk keluar dari perasaan yang selalu menyiksaku, jika perasaan ini tetap ada dalam hati ku, semua akan menguasai pola fikir yang negative tentang nya.
Tuhan,, perasaan ini memang tidak bisa dipungkiri, aku cinta dia, tulus sebening embun di pagi hari, tetapi tidak selayaknya fikiran negative itu selalu membabi buta di otak ku, biarkan semua fikiran negative itu hilang, dan jadikan perasaan ini mengalir layaknya aliran sungai yang memiliki arus untuk menuju samudera itu. Kerinduan itu selalu datang setiap waktu dan hampir membuatku lemas tidak punya daya dan upaya. Kerinduan itu terasa membunuh ku perlahan-lahan, apakah kerinduan itu merupakan respon negative apa mungkin sebaliknya? Aku juga berharap dia bisa merasakan setiap nada kerinduan ku, aku harap dia merasakan tulus cinta dalam hati ku. Jiwa ku terasa rapuh, raga ku tak kuat menopang kerinduan ini, saat aku mulai bernostalgia tentang masa lalu aku dengan dia, masa lalu itu, tidak pernah hilang dalam otak ku, mencengkeram kuat dalam fikiranku, sulit rasanya untuk melupakan, apakah itu yang membuat kekhawatiran ku ke dia, sehingga kepercayaan ku ke dia luluh, layaknya kayu yang terbakar, Cuma menyisakan abu kepahitan yang mendalam.
Tuhan… jika saja aku di beri kesempatan untuk memutar waktu, ingin sekali aku menjauh dari kata cinta, aku ingin hidup sederhana dan tidak ingin mengenal cinta dengan cepat. Otak ku terasa melepuh, kepalaku rasanya ingin pecah, karena perasaan dan kerinduan itu, sulit bagi ku untuk menepis dua hal itu.
Tuhan… tapi aku percaya dengan keajaiban-Mu, Engkau juga tidak pernah tidur, kau selalu mengetahui apa yang terjadi di bumi dan di langit, karena Engkau tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Mu. Aku mengibaratkan hidup ini layaknya aliran sungai yang ada arus dan akan berakhir di Samudera. Bagi ku perasaan aku yang sekarang layaknya aku masih berada pada zona arus yang deras, banyak masalah yang datang bertubi-tubi dan menghantam pikiran ku dengan sekuat-kuatnya, kadang sempat terjatuh tersandung batuan saat aku berusaha keluar dari arus itu, tuhan.. tetapi aku percaya akan datang dimana aku di Samudera yang penuh ketenangan, kebebasan untuk bergerak dan yang utama yaitu sumber kebahagiaan dalam hidup ku.

SENANDUNG KEGELAPAN

Terhanyut diantara buaian
Termangu memandang kebesaran
Mendayu mengikuti arus kehidupan
Menghempas raga menyambut kematian

Titik keimanan menjurus dalam kenistaan
Garis ketakwaan merintih kesakitan
Menerjang tiap lengkang angan-angan
Menerkam setiap senandung kegelapan
TIRAI KEHIDUPAN
Tenggelam dalam lautan darah
Terseret dalam lembah luka
Terdengkur di bawah derita jiwa
Terselimut antara perih dan lara

Tratak kehidupan menerawang
Menelusuri setiap jengkal langkah
Membuka tirai kehidupan
Menaungi segala impian

Fase kehidupan berjalan beriringan
Menyibak setiap desir keraguan
Mengintai dibalik keraguan
Merombak semua penderitaan